Virus hepatitis C merupakan virus RNA yang berukuran kecil, bersampul, berantai tunggal, dengan sense positif. Virus ini merupakan anggota genushepacivirus dalam famili Flaviviridae. Terdapat tujuh genotipe utama HCV. Di Amerika Serikat, genotipe1 merupakan penyebab pada 70% kasus hepatitis, genotipe 2 pada 20%, dan genotipe lainnya masing-masing 1%. Genotipe 1 juga merupakan genotipe yang paling banyak ditemui di Amerika Selatan dan Eropa.
Penularan
Metode utama penularan di negara maju adalah penggunaan narkoba suntik (IDU). Di negara berkembang metode penularan utamanya adalah melalui transfusi darah dan prosedur medis yang tidak aman. Penyebab penularan ini belum diketahui pada 20% kasus, namun banyak di antara kasus-kasus ini yang kemungkinan besar disebabkan oleh IDU.
Penggunaan Narkoba Suntik
Penggunaan narkoba suntik merupakan faktor resiko utama penularan virus hepatitis C di banyak negara di dunia. Kejadian di 77 negara menunjukkan bahwa 25 negara memiliki angka hepatitis C pada populasi pengguna narkoba suntik antara 60% dan 80%, termasuk di Amerika Serikat dan Cina. Di dua belas negara angkanya lebih besar dari 80% sebanyak sepuluh juta pengguna narkoba suntik terinfeksi hepatitis C. Angka hepatitis C pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan di Amerika Serikat sepuluh hingga dua puluh kali lipat di bandingkan dengan populasi umum, dan penelitian ini mengaitkannya dengan perilaku beresiko seperti penggunaan narkoba suntik dan pembuatan tato dengan peralatan yang tidak steril.
Hubungan Seksual
Tidak diketahui apakah hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Meskipun terdapat hubungan antara aktivitas seksual berisiko tinggi dan hepatitis C, belum jelas apakah penularan penyakit tersebut disebabkan oleh penggunaan narkoba yang tidak dikatakan oleh pasien atau disebabkan oleh seks itu sendiri. Bukti yang ada mendukung bahwa tidak ada resiko pada pasangan heteroseksual yang tidak berhubungan seks dengan orang lain selain pasangan mereka. Aktivitas seksual yang melibatkan trauma berat pada teapi bagian dalam saluran anus, seperti penetrasi anus, atau yang terjadi ketika terdapat infeksi menular seksual, termasuk HIV atau ulkus genital, cukup berisiko. Pemerintah Amerika Serikat merekomdasikan penggunaan kondom hanya untuk mencegah penularaan hepatitis C pada orang yang bergonta-ganti pasangan.
Tindik Di Bagian Tubuh
Tato juga dapat meningkatkan resiko penularan hepatitis C hingga dua atau tiga kali lipat. Ini bisa disebabkan karena peralatan yang tidak steril atau karena tinta yang digunakan terkontaminasi virus. Tatau atau tindik badan yang dilakukan sebelum pertengahan tahun 1980-an atau yang dilakukan secara tidak profesional menjadi salah satu penyebabnya, karena masih buruknya teknik steril dalam kondisi tersebut. Resiko tersebut semakin meningkat jika tato yang dibuat lebih besar. Hampir setengah dari warga binaan di lapas menggunakan peralatan pembuatan tato secara bersama-sama. Tato yang dibuat di tempat pembuatan tato yang sah jarang dikaitkan dengan infeksi HCV.
Kontak Dengan Darah
Benda perawatan pribadi seperti pisau cukur, sikat gigi, dan peralatan manikur atau pedikur dapat berkontak dengan darah. Penggunaan peralatan pribadi bersama-sama dengan orang lain berisiko menularkan HCV. Orang-orang harus waspada terhadap luka iris dan luka terbuka atau perdarahan lain. HCV tidak menular melalui kontak biasa, seperti berpelukan, berciuman, atau penggunaan bersama peralatan makan atau peralatan memasak.
Penularan Dari Ibu ke Anak
Penularan hepatitis C dari ibu yang terinfeksi ke anaknya terjadi pada kurang dari 10% kehamilan. Tidak ada tindakan yang dapat mencegah resiko ini. Penularan dapat terjadi selama kehamilan dan saat persalinan. Persalinan yang berlangsung lama dikaitkan dengan semakin tingginya resiko penularan. Tidak ada bukti bahwa pemberian ASI menularkan HCV, namun ibu yang terinfeksi harus menghindari pemberian ASI jika puting ibu mengalami pecah-pecah dan berdarah, atau jumlah virus dalam tubuhnya banyak.