Diagnosis Hepatitis C

Tes diagnosis untuk hepatitis C termasuk : antibodi HCV, ELISA, Western blot, dan RNA HCV kuantitatif. Polymerase chain reaction (PCR) dapat mendeteksi RNA HCV satu hingga dua minggu setelah infeksi, sedangkan antibodi baru terbentuk dan baru dapat ditemukan dalam waktu yang lebih lama.

Hepatitis C kronis merupakan infeksi dengan virus hepatitis C yang menetap selma lebih dari enam bulan berdasarkan keberadaan RNA-nya. karena infeksi kronis umumnya baru menunjukkan gejala setelah berpuluh tahun, Dokter biasanya baru menemukan kasus pada saat pemeriksaan fungsi hati atau saat melakukan penapisan rutin pada orang berisiko tinggi. Pemeriksaan ini tidak dapat membedakan antara infeksi akut dan infeksi kronis.
  • Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan hepatitis C biasanya dimulai dengan pemeriksaan darah untuk mendeteksi apakah ada antibodi terhadap HCV dengan menggunakan uji imunoasai enzim (enzyme immunoassay). Jika hasil pemeriksaan ini positif, dilakukan pemeriksaan kedua untuk memastikan uji imunoasai dan untuk menentukan beratnya penyakit. Uji imunoblot positif, orang tersebut pernah mengalami infeksi namun sudah teratasi baik dengan pengobatan maupun secara spontan, jika imunoblot negatif, artinya uji imunoasai salah. Uji imunoasai baru akan memberikan hasil positif enam hingga ddelapan minggu setelah infeksi. Enzim hati dapat bervariasi selama tahap awal infeksi, rata-rata enzim tersebut mulai meningkat tujuh minggu setelah infeksi. Enzim hati tidak terlalu berkaitan dengan beratnya penyakit.
  • Biopsi

Biopsi hati dapat menentukan deraja kerusakan hati, namun prosedur tersebut memiliki beberapa resiko. Perubahan khas yang biasanya terdeteksi melalui biopsi meliputi limfosit di dalam jaringan hati, folikel limfoid di dalam trias hepatika, dan perubahan pada saluran empedu. Terdapat beberapa pemeriksaan darah untuk menentukan tingkat kerusakan dan menyingkirkan perlunya biopsi.
  • Penapisan

Hanya 5-50% dari orang-orang yang terinfeksi di Amerika Serikat dan kanada yang mengetahui status mereka. Pemeriksaan hepatitis C sangat dianjurkan untuk orang berisiko tinggi, termasuk orang yang memiliki tato. Penapisan juga disarankan pada orang dengan peningkatan kadar enzim hati, karena seringkali hal ini merupakan satu-satunya tanda hepatitis kronis. Penapisan rutin tidak disarankan di Amerika Serikat.