Tanda atau Gejala Hepatitis C

Hepatitis C menunjukkan gejala akut hanya pada 15% kasus. Gejalanya seringkali ringan dan tidak kentara, termasuk penurunan nafsu makan, sakit kepala, letih, nyeri otot, atau nyeri sendi, dan menurunnya berat badan. Hanya sedikit kasus infeksi akut yang terkait dengan ikterus. Infeksi ini dapat sembuh sendiri tanpa diobati pada 10-50% penderita, dan lebih sering menyerang perempuan usia muda di bandingkan dengan kelompok lain.
  • Infeksi Kronis

Delapan puluh persen penderita yang terpajan virus hepatitis C akan mengalami infeksi kronis. Sebagian besar pengalaman menunjukkan gejala minimal atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali selama sepuluh tahun pertama infeksi, meskipun hepatitis C kronis dapat ditandai dengan kelelahan. Hepatitis C menyebabkan sirosis dan kanker hati pada orang yang telah terinfeksi selama bertahun-tahun. Sekitar 10-30% orang yang terinfeksi selama lebih dari 30 tahun akan mengalami sirosis. Sirosis lebih banyak terjadi pada yang besar terkena kanker hati, sebanyak 1-3% per tahun. Pada pecandu alkohol, resiko ini menjadi 100 kali lebih besar. Hepatitis C merupakan penyebab utama pada 27% kasus sirosis dan 25% kasus kanker hati. Sirosis hati dapat menyebabkan tekanan darah yang tinggi pada vena yang mengalir ke hati, akumulasi cairan di perut, mudah memar atau berdarah, vena melebar khususnya di lambung dan esofagus, sakit kuning, dan kerusakan otak.
  • Efek Pada Organ Di Luar Hati

Meskipun jarang, hepatitis C juga dapat berkaitan dengan sindrom (kelainan autoimun), kadar trombosit darah yang rendah (di bawah normal), penyakit kulit kronis, diabetes, dan limfoma non-hodgkin.